Teknik meshing lain yang dapat digunakan untuk menyederhanakan simulasi adalah Overset Mesh, yaitu metode pemetaan sel-ke-sel (cell-to-cell mapping) antara beberapa region mesh yang saling terpisah (disconnected mesh regions).
Pendekatan ini memungkinkan penggunaan geometri dan pergerakan yang kompleks tanpa perlu melakukan deformasi mesh seperti yang dibahas pada bab sebelumnya. Mesh yang mengalami deformasi (deforming mesh) sering kali sangat rentan terhadap penurunan kualitas mesh, yang dapat menyebabkan masalah numerik hingga divergensi solusi.

Baik dynamic mesh maupun overset mesh memungkinkan dilakukannya pemodelan dengan 6 derajat kebebasan (6 DOF). Dalam pendekatan ini, pergerakan mesh bersifat dinamis dan bergantung pada gaya-gaya yang bekerja pada permukaan objek. Sebagai contoh, turbin yang dikenai aliran fluida akan berputar dengan kecepatan tertentu sebagai respons terhadap gaya fluida yang mengenainya.
Selain itu, efek inersia (baik massa maupun momen inersia rotasi) juga dapat diperhitungkan untuk mengamati respons dinamis suatu objek. Contohnya adalah gerakan lambung kapal akibat pengaruh gelombang laut.
Gambar di bawah memperlihatkan contoh pergerakan kotak terapung (floating box) pada permukaan bebas (free surface) menggunakan pemodelan 6 DOF overset mesh

Referensi
Leave a Reply